makalah anak tunadaksa
Arsi Nursetiani (1335121146)
PENDIDIKAN LUAR BIASA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
·
LATAR BELAKANG
Pada zaman yang modern ini, pengetahuan mengenai anak
berkebutuhan khusus masih sangat minim. Pemikiran masyarakat mengenai anak
berkebutuhan khusus masih merujuk kepada pemikiran zaman charity atau belas kasihan, padahal seharusnya anak berkebutuhan
khusus itu dibimbing bukan untuk dikasihani, mereka sama seperti manusia pada
umumnya hanya saja mereka memiliki kelebihan atau cara lain yang lebih unik
untuk beraktifitas.
Anak dengan berkebutuhan khusus itu banyak jenisnya, salah
satunya adalah Cerebral Palsy. Kata Cerebral Palsy masih tabu dikalangan
masyarakat, tidak seperti anak berkebutuhan khusus yang lain seperti tuna rungu
dan netra. Maka dari itu, pengetahuan mengenai anak dengan Cerebral Palsy menjadi wajib untuk dipelajari, minimal diketahui.
BAB II
RUMUSAN MASALAH
·
Apa itu Cerebral Palsy ?
·
Apa penyebab Cerebral Palsy ?
·
Apa jenis dari Cerebral Palsy ?
·
Apa ciri dari Cerebral Palsy ?
·
Apa dampak dari cerebral Palsy ?
·
Bagaimana cara belajar anak dengan
Cerebral Palsy ?
BAB III
PEMBAHASAN
·
Apa
itu Cerebral Palsy ?
Cerebral
Palsy (CP) secara harfiah, Cerebral berarti
otak, dan Palsy adalah kelumpuhan atau ketidakmampuan
motorik, sehingga Cerebral Palsy merupakan gangguan/ kelainan tonus otot /
kelumpuhan yang disebabkan gangguan menetap otak. Manifestasi kelainan otak ini
bisa bermacam-macam, ada yang lemas, kaku sekali, ada yang tangannya
bergerak-gerak terus, tergantung dimana lokasi kerusakan otak terjadi.
Dr. Winthrop Phelp: Celebral Palsy adalah suatu
kelainan pada gerak tubuh yang ada hubungannya dengan kerusakan otak yang
menetap. Akibatnya otak tidak berkembang, tetapi bukan suatu penyakit yang
progresif.
Larson C. B. dan Gould M. (1953:382): Celebral Palsy
adalah suatu istilah yang diterapkan pada suatu kondisi yang ditandai dengan
kerusakan fungsi control otot karen adanya ketidaknormalan di dalam area otak,
yang berakibat terhadap fungsi neuromuscular.
Latief V. (1983): Celebral Palsy adalah suatu
sindroma dimana terdapat gangguan terutama pada sistem motorik, pergerakan,
otot, atau sikap tubuh dengan atau tanpa keterbelakangan mental, dapat disertai
gejala syaraf lainnya, yang disebabkan disfungsi otak sebelum perkembangannya
sempurna
Cerebral
Palsy (CP) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan ketidakmampuan
motorik yang diakibatkan oleh rusaknya otak. Pada dasarnya Cerebral Palsy
adalah suatu masalah koordinasi otot. Otot ini sendiri sebenarnya normal, akan
tetapi otak tidak mengirimkan sinyal-sinyal yang penting untuk memerintah
otot-otot saat ia memendek atau mengejang dan saat harus meregang (Pueschel,
1988)
Cerebral
palsy mencakup keadaan klinis yang ditimbulkan karena luka pada otak, yang mana
salah satu dari komponen otak adalh komponene motor yang terganggu. Jadi CP
dapat dirumuskan sebagai suatu kumpulan keadaan, biasanya pada masa
kanak-kanak, yang ditandai dengan kelumpuhan, kelemahan, tidak adnay koordinasi
atau penyimpangan fungsi motor yang disebabkan oleh kelainan pada pusat control
motor di otak. Cerebral Palsy ini dapat berdampak kesulitan belajar,
masalah-masalah psikologis, gangguan sensoris, kejang-kejang, dan kelainan
tingkah laku. Definisi ini dikemukakan oleh The United Cerebral Palsy
Associations.
Cerebral
Palsy (CP) adalah keadaan dimana penderitanya mengalami buruknya pengendalian
otot, kekakuan, kelumuhan, serta mengalami gangguan funsi syaraf lainnya. CP
bukanlah merupakan suatu penyakit dan tidak bersifat progresif (penderita tidak
semakin memburuk dan juga tidak semakin membaik
Cerebral palsy lebih sering ditemukan pada
anak kecil. CP terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering
ditemukan pada bayi prematur dan.10-15% kasus terjadi akibat cedera lahir
karena aliran darah ke otak sebelum/selama/ segera setelah bayi lahir.
·
Apa
penyebab Cerebral Palsy ?
Cerebral
Palsy (CP) disebabkan oleh kerusakan otak, misalnya akibat kekurangan oksigen yang sampai pada
otak sekitar saat kelahiran. Peristiwa kurangnya oksigen ini dapat
bermacam-macam, misalnya kesukaran pada saat ibu melahirkan anak dapat
membahayakan bayi, pemisahan plasenta (ari-ari) terlalu cepat pada saat
kelahiran, atau pernapasan yang terlalu sukar dihari-hari pertama kehidupan
anak. Luka pada kepala dapat menyebabkan rusaknya selsel otak, kondisi
keturunan, kelainan pada kandungan, dan penyakit seerti meningitis selama masa
bayi dapat berakibat Cerebral Palsy (Pueschel, 1988)
Sebab-
sebab cerebral Palsy menurut Kirk sama dengan sebab-sebab dar bentuk retardasi
mental. Dibedakan sebab-sebab tersebut pada kategori masa sebelum lahir
(prenatal), pada saat lahir (perinatal), dan sesudah lahir (postnatal)
1.
Kondisi sebelum lahir (prenatal),
dimulai pada masa gestasi sampai lahir
Dalam kategori ini ada beberapa point penyebab
cerebral palsy pada saat sebelum lahir :
a) Kondisi-kondisi
genetic atau warisan/ketutunan
b) Kondisi
selama dalam kandungan yang menimbulkan suatu kerusakan system susunan saraf
pusat anak.
c) Anoxia
sebelum lahir, misalnya pemisahan plasenta (ari-ari) yang terlalu premature , ibu kekurangan
darah, kondisi jantung yang lemah, ada usaha untuk menggugrukan
d) Gangguan
metabolic pada ibu
e) Factor
Rh.
2. Kondisi
pada saat lahir (perinatal)
Salah satu penyebabnya adalah luka pada aat lahir.
Ada kesukaran dengan tali plasenta itu sendiri dapat mengurangi suplai oksigen
pada bayi sehingga dapat menyebabkan anoxia \. Factor mekanis lainnya seperti
kelahiran sungsan, cara memegang belakang kepala yang salah, dan pendarahan di
otak pada saat lahir.
3. Kondisi
setelah lahir (postnatal)
Penyakit yang
diderita pada masa kank-kanak seperti meningitis, encephalitis (radang otak),
influens, demam yang tinggi karena thypus, dipteria dan pertusis dapat
menyebabkan CP \. Demikian juga kepala luka karena kecelakaan, keracunan, atau
tercekik.
Pendapat lain mengenai penyebab cerebral palsy :
1. Pranatal
a) Malformasi
kongenital
b) Infeksi
dalam kandungan yang dapat menyebabkan kelainan janin (misalnya: Rubela,
toksoplasmosis, sifilis, sitomega-lovirus atau infeksi virus lainnya)
c) Radiasi
d) Tok
gravidarum
e)
Asfiksia dalam kandungan (misalnya: solusio plasenta, plasenta
previa, anoksi maternal, atau tali pusat yang abnormal).
2.
Natal :
a) Anoksialhipoksia.
b) Perdarahan intra kranial.
c) Trauma lahir.
d) Prematuritas.
3. Postnatal :
a) Trauma
kapitis.
b) Infeksi misalnya : meningitis bakterial, abses
serebri, trom- boplebitis, ensefalomielitis.
c) Kern icterus
Sebelum
bayi lahir, faktor-faktor berikut dapat mempengaruhi apakah bayi lahir dengan
CP :
1. Infeksi, seperti campak
Jerman (rubella), selama kehamilan
2. Perdarahan vagina selama
kehamilan
3. Masalah tiroid atau penggunaan
hormon tiroid atau hormon estrogen saat hamil
4. Sulit hamil, persalinan
atau melahirkan, seperti kelahiran sungsang (di mana bokong bayi atau kaki
meninggalkan vagina terlebih dahulu, bukan kepala)
Faktor-faktor
lain yang mungkin terjadi setelah bayi lahir:
1. Berat
lahir rendah
2. Trauma
atau cedera kepala, atau perdarahan di otak selama atau setelah melahirkan
3. Infeksi
pada bayi, seperti bakteri meningitis
4. Kelahiran
prematur (lahir lebih awal dari yang diharapkan)
5. Penyakit
kuning parah (menguningnya kulit) atau deposito bilirubin dalam otak. Bilirubin
adalah pigmen kuning yang dilepaskan selama rincian sel darah merah bayi
normal.
Demikian bebrapa point dibawah ini diduga
juga merupakan penyebab cerebral palsy :
1. Cedera
otak selama persalinan.
2. Sebagai komplikasi persalinan forsep.
3. Kurangnya pasokan oksigen ke bayi saat
melahirkan.
4. Infeksi pada saat persalinan.
·
Apa jenis dari Cerebral Palsy ?
1.
Berdasarkan gejala
dan tanda neurologis
a. Spastik
- Monoplegia
Pada
monoplegia, hanya satu ekstremitas saja yang mengalamispastik. Umumnya hal ini
terjadi pada lengan / ekstremitas atas.
- Diplegia
Spastik
diplegia atau uncomplicated diplegia pada prematuritas. Hal ini
disebabkan oleh spastik yang menyerang traktus kortikospinal
bilateral atau lengan pada
kedua sisi tubuh saja. Sedangkan
sistem–sistem
lain normal.
·
Hemiplegia
Spastis yang melibatkan
traktus kortikospinal unilateral yang biasanya menyerang ekstremitas
atas/lengan atau menyerang lengan pada salah satu sisi tubuh.
·
Triplegia
Spastik pada triplegia
menyerang tiga buah ekstremitas. Umumnya menyerang lengan pada kedua sisi tubuh
dan salah satu kaki pada salah salah satu sisi tubuh.
·
Quadriplegia
Spastis
yang tidak hanya menyerang ekstremitas atas, tetapi juga ekstremitas bawah dan
juga terjadi keterbatasan (paucity) pada tungkai.
b. Ataksia
Kondisi ini melibatkan
cerebelum dan yang berhubungan dengannya. Pada CP tipe ini terjadi abnormalitas
bentuk postur tubuh dan / atau disertai dengan abnormalitas gerakan. Otak
mengalami kehilangan koordinasi muskular sehingga gerakan–gerakan yang
dihasilkan mengalami kekuatan, irama dan akurasi yang abnormal.
c. Athetosis
atau koreoathetosis
Kondisi
ini melibatkan sistem ekstrapiramidal. Karakteristik yang ditampakkan adalah
gerakan–gerakan yang involunter dengan ayunan yang melebar.
Athetosis
terbagi menjadi :
·
Distonik
Kondisi
ini sangat jarang, sehingga penderita yang mengalami distonik dapat mengalami
misdiagnosis. Gerakan distonia tidak seperti kondisi yang ditunjukkan oleh
distonia lainnya. Umumnya menyerang otot kaki dan lengan sebelah proximal.
Gerakan yang dihasilkan lambat dan berulang–ulang, terutama pada leher dan kepala.
·
Diskinetik
Didominasi oleh abnormalitas
bentuk atau gerakan–gerakan involunter, tidak terkontrol, berulang–ulang dan
kadangkala melakukan gerakan stereotype.
d. Atonik
Anak–anak
penderita CP tipe atonik mengalami hipotonisitas dan kelemahan pada kaki.
Walaupun mengalami hipotonik namun lengan dapat menghasilkan gerakan yang
mendekati kekuatan dan koordinasi normal.
e. Rigid ( Kaku)
memperlihatkan kekauan yang ekstrim
pada anggota tubuh dan sendi-sendi, dan sukar bergerak untuk waktu yang lama.
Keadaan ini jarang terjadi (Hallahan & Kauffman, 1982)
f. Tremor
Ditandai dengan gerakan-gerakan yang
tidak berirama, tidak terkontrol, dan tremornya meningkat apabila anak berusaha
untuk mengontol gerakan-gerakannya.
g. Campuran
Cerebral palsy campuran
menunjukkan manifestasi spastik dan ektrapiramidal, seringkali ditemukan adanya
komponen ataksia.
2.
Berdasarkan perkiraan tingkat keparahan dan
kemampuan penderita
untuk
melakukan aktifitas normal :
a. Level
1 (ringan)
Anak
dapat berjalan tanpa pembatasan/tanpa alat bantu, tidak memerlukan pengawasan
orangtua, cara berjalan cukup stabil, dapat bersekolah biasa, aktifitas
kehidupan sehari–hari 100 % dapat dilakukan sendiri.
b. Level
2 (sedang)
Anak berjalan dengan atau
tanpa alat bantu, alat untuk ambulasi ialah brace, tripod atau tongkat
ketiak. Kaki / tungkai masih dapat berfungsi sebagai pengontrol gaya berat
badan. Sebagian besar aktifitas kehidupan sehari–hari dapat dilakukan sendiri
dan dapat bersekolah.
c. Level
3 (berat)
Mampu
untuk makan dan minum sendiri, dapat duduk, merangkak atau mengesot, dapat
bergaul dengan teman–temannya sebaya dan aktif. Pengertian kejiwaan dan rasa
keindahan masih ada, aktifitas kehidupan sehari–hari perlu bantuan, tetapi
masih dapat bersekolah. Alat ambulasi yang tepat ialah kursi roda.
d. Level
4 (berat sekali)
Tidak
ada kemampuan untuk menggerakkan tangan atau kaki, kebutuhan hidup yang vital
(makan dan minum) tergantung pada orang lain. Tidak dapat berkomunikasi, tidak
dapat ambulasi, kontak kejiwaan dan rasa keindahan tidak ada.
·
Apa
ciri dari Cerebral Palsy ?
Menurut
Smith &Neiswroth (1975) :
1. Ciri-Ciri
Cerebral Palsy Spastik
Smith &Neiswroth (1975)
memberikan
a) Biasanya
40-60 % anak CP menderita spastic
b) Motor
korteks dan pyramidal tract pada otak luka
c) Spasitas
ditandai dengan hilangnya control terhadap jerja otot
d) Otot-otot
flexor dan extensor mengkerut bersamaan
e) Gerakan
tersentak-sentak dan tak ada koordinasi
f) Terdapat
kekakuan pada sebagian atau seluruh ototnya
2. Ciri-ciri
Cerebral Palsy Athetosis atau koreoathetosis
a) Biasanya
15-20 % dari anak-anak CP menderita athetosis
b) Karena
luka pada bagia tengah atau depan otak dalam system extrapiramidal
c) Athetosis
mempunyai cirri gerakan tersentak-sentak, diluar kemaan, lamban, tidak
beraturan dan meliuk-liuk
d) Sering
mengeluarkan air liur
e) Masalah
utam sering terjadi pada tanagn, bibir, dan lidah, dan terakhir pada kaki
3. Ciri-Ciri
Cerebral Palsy Ataxia
a) Ataxia
disebabkan karena kerusakan dalam cerebellum yaitu di bagian otak yang
mengontrol koordinasi otot dan keseimbangan
b) Ditandai
dengan terganggunya keseimbangan
c) Gerakan-gerakannya
kaku
d) Gerakan
berjalannya seperti orang yang sedang pusing
e) Penderita
ataxia mudah jatuh
f) Keadaannya
tidak dapat didiagnosis sampai anak mulai berjalan
4. Cerebral
Palsy Tremor
a) Tremor
disebabkan karena luka pada system ekstrapiramidal
b) Ditandai
dengan gerakan-gerakan yang tidak disengaja dari otot flexor dan extensor
c) Beberapa
dengan atheoid, pada atheoid gerakan-gerakannya banyak dan mudah berubah,
sedangkan pada tremor sedikit dan berirama.
·
Apa
Dampak dari Cerebral Palsy ?
1. Fisik
Anak CP
mengalami hambatan dalam gerak atau motorik seperti adanya gerakan melimpah
(overflow movement). Ketika anak ingin menggerakkan tangan kanan, tangan kiri
ikut bergerak tanpa sengaja, kurang koordinasi
motorik halus (fine motor) kurang dalam penghayatan tubuh (body image),
kekurangan pemahaman dalam hubungan keruangan dan bingung lateralitas (confuse
laterality). (Learner, 1981:189). Hambatan tersebut dapat dilihat ketika anak
melakukan aktivitas berdiri, berjalan, berolahraga, belajar menulis dll. Hal
ini mengakibatan anak sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Mobilitas
Kelainan fungsi
mobilitas dapat diakibatkan karena adanya kelumpuhan anggota gerak tubuh, baik
anggota gerak atas maupun gerak bawah. Kelumpuhan anggota gerak bawah
mengakibatkan kemampuan anak untuk berguling, merangkak, duduk, dan berjalan mengalami
hambatan. Kelumpuhan anggota gerak atas mengakibatkan kemampuan anak untuk
meraih, menggenggam dan kemampuan lain yang berhubungan dengan fungsi tangan
mengalami hambatan.
3. Kognitif
“Hampir tidak
pernah ditemukan seorang anak CP memiliki kecerdasan yang tinggi “ Latief V.
(1983). Hal ini menujukkan bahwa kemampuan kecerdasan anak-anak CP pada umumnya
bergerak antara kecerdasan normal-dibawah rata-rata. Sebagian besar dari mereka
bahkan diketahui mengalami keterlambatan dalam proses berpikir dan termasuk
dalam kategori terbelakang mental. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan
Latief V. (1983) bahwa “…lebih dari 50% penderita CP spastik dan athetoid
disertai gejala keterbelakangan mental; namun demikian dari penderita CP dengan
keterbelakangan mental setengah dari jumlah tersebut dapat diberikan
pendidikan.
4. Komunikasi
Pendengaran dan
penglihatan sebagian anak CP disertai dengan speech defect, seperti apa yang
dikemukakan Soeharso (1982:179) “dari 100 anak yang mempunyai CP umumnya
sejumlah 50 anak menderita speech defect. “keterbelakangan ini desebabkan
karena kerusakan didaerah otak yang mengakibatkan kekaku-kakuan atau kelayuan
pada otot-otot lidah, pipi, bibir, dan tenggorok, sehingga karena otot-otot
tadi sudah rusak, anak tidak mungkin dapat berbicara dengan lancar. Anak CP
adapula yang mempunyai kekurangan dalam pendengaran. Dalam hal penglihatan,
adapula anak CP yang disertai gangguan penglihatan.
5. Fungsi
Mental
Kelainan fungsi
mental dapat terjadi terutama pada anak CP dengan potensi mental normal. Karena
ada hambatan fisik yang berhubungan
dengan fungsi gerak serta perlakuan yang keliru, mengakibatkan anak yang
sebenernya cerdas akan tampak tidak dapat menampilkan kemampuannya secara
maksimal.
Tugas-tugas yang diberikan kepada
anak tidak dapat diselesaikannya dengan benar, sehingga menimbulkan anggapan
bahwa anak tidak mampu. Keadaan tersebut menghambat peningkatan potensi anak
secara utuh. Fungsi mental anak terganggu akibatnya anak dianggap sebagai anak
terbelakang mental.
6.
Kepribadian
Ketidaksempurnaan
fisik yang dimiliki anak-anak CP dapat mempengaruhi kepribadian dan tingkah
laku mereka. Dengan adanya ketidaksempurnaan fisik tadi, anak CP mengalami
hambatan-hambatan didalam memenuhi kebutuhannya, sehingga menimbulkan
ketegangan-ketegangan emosi dan perasaan tidak aman pada mereka. Akibat lebih
jauh, mereka akan menampakkan tindakan-tindakkan negative yang tidak sesuai
dengan norma-norma lingkungan, seperti tindakan afeksi, proteksi, menuntut
perhatian yang lebih, menentang untuk memikul tanggung jawab, merasa rendah
diri, pemarah, kurang percaya diri, dsb.
·
Bagaimana
Cara Belajar anak dengan Cerebral Palsy ?
1. Visual,
dengan menggunakan pias-pias huruf
2. Auditif,
dengan menggunakan kaset yang berisi bunyi huruf dan suara guru.
3. Kinestetik,
dengan cara menulis di udara .
4. Taktil,
dengan cara menyentuh tubuh siswa.
Mardiani, E. 2006. Factor-factor prenatal dan
perinatal kejadian Cerebral Palsy.
Semarang: Program Studi
Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Adnyana, I.M.O. 1993. Cerebral
palsy ditinjau dari aspek neurologi. Denpasar: Laboratorium Neurologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Saharso, D.
2006. Cerebral palsy diagnosis
dan penatalaksanaan. Surabaya:
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga RSU Dr. Soetomo
Abdurahman,
M. . Pendidikan Luar Biasa Umum. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Pendidikan Tinggi
Wardani, IG.
A.K. dkk. 2009. Pengantar Pendidikan luar Biasa. Jakarta: Penerbit Universitas
Terbuka
Hallahan,
Daniel P. & Kauffman, James . 1986. Exceptional Children, introduction to
special education, 3rd edition. New Jersey : Prentice-Hall
International Inc. Englewood Cliffs
Smith,
Robert M. & Neisworth John . 1975. The exceptional Child, a functional
approach. New York : Mc.Graw-Hill Inc.
Komentar
Posting Komentar