makalah topik mata kuliah kesulitan belajar
Perbedaan Kesulitan Belajar dan Hambatan
belajar
Saya memilih topik ini sebagai tema dari
makalah ini dikarenakan masih banyak kekeliruan presepsi oleh khalayak mengenai
siapa itu anak berkesulitan belajar dan siapa anak berhambatan belajar, yang
dengan sangat mudah mereka beri label dengan sebutan “anak bodoh”. Menarik bagi
saya mengenai perbedaan anak kesulitan belajar dan hambatan belajar yang tidak
tampak secara nyata. Dengan adanya pembahasan mengenai hal ini dalam makalah
saya, diharapkan orang- orang yang membaca makalah ini dapat membedakan antara
anak berkesulitan belajar dan berhambatan belajar, sehingga berkurangnya bahkan
tidak ada lagi kekeliruan presepsi tentang perbedaaan anak kesulitan belajar
dan anak hambatan belajar.
Kesulitan belajar dan hambatan
belajar pada kenyataannya terlihat sama dari hasil belajar anak, yakni
menghasilkan anak underachiever . Underachiever
adalah istilah untuk keadaan dimana pencapaian hasil belajar anak tidak sesuai
atau berada dibawah potensi inteligensinya. Anak dengan kedua jenis kategori
ini, baik kesulitan belajar maupun hambatan belajra memiliki IQ yang normal. Kesulitan
belajar dan hambatan belajar merupakan bagian dari masalah belajar. Masalah
tersebut akan berdampak banyak bagi individu yang bersangkutan tersebut dalam mencapai
hasil belajar yang maksimal sesuai dengan potensinya. Hal ini tentunya akan
berdampak banyak bagi anak yang memiliki masalah belajar tersebut.
Menurut The National Joint Commitee
on Learning Disabilities, yang merupakan kelompok ahli kesulitan belajar dari
USA menyatakan definisi kesulitan belajar sebagai berikut :
“ Learning disabilities is a generic
term that refers to a heterogenous group of disorders manifested by significant
difficulties in the acquisition and the use of listening, speaking, writing,
reasoning, or mathematical abilities. These disorders are intrinsic to the
individual and presumed to be due to central nervous system dysfunction. Even
though a learning disability may occur concomitantly with other handicapping
conditions (e.g., cultural, differences, insufficient/ inappropiate
instructio,psychogenic factors), it is not the direct result of those
conditions or influences “.
Artinya “ Kesulitan belajar adalah istilah umum yang
berhubungan dengan macam jenis dari kerusakan yang ditunjukkan dengan kesulitan
yang berarti dalam penguasaan dan penggunaan pendengaran, bicara, menulis,
logika, dan matematika. Pada hakikatnya kerusakan ini berasal dari dalam diri
dan pada disfungsi sistem saraf pusat. Sekalipun ada juga kesulitan belajar
yang mungkin muncul bersamaan dengan kekhususan yang lain ( seperti perbedaan
budaya, pengajaran yang tidak culup/ tidak tepat, faktor kejiwaan ), hal ini
bukan merupakan hasil langsung dari kondisi atau pengaruh ini “.
Dari
pendapat tersebut dapat diketahui bahwa kesulitan belajar itu berasal dari
dalam diri dikarenakan disfungsi minimal otak yang terjadi pada sistem syaraf
pusat. Kelainan fungsi atau disfungsi minimal yang terjadi pada cerebrum,
cerebelum dan batang otak dapat menyebabkan kesulitan belajar.
Kesulitan
belajar yang disebabkan oleh gangguan sensori, dan retardasi mental tidak dapat
dikategorikan kedalam kategori individu berkesulitan belajar. Kesulitan belajar
yang disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti perbedaan budaya, pengajaran
yang tidak tepat, atau faktor kejiwaan, juga tidak bisa dikategorikan sebagai individu
berkesulitan belajar.
Sedangkan,
hambatan belajar adalah keadaan dimana seorang anak mengalami kesulitan dalam
mengikuti pelajaran yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar individu,
bukan karena disfungsi minimal otak yang tejadi pada sistem saraf pusat seperti
halnya kesulitan belajar. Faktor- faktor tersebut dapat berupa kondisi
lingkungan, kondisi ekonomi, kurangnya kesempatan belajar anak, nilai-nilai
budaya yang kurang baik di sekitarnya, dan sebagainya
Seperti yang telah disebutkan pada
paragraf awal pembahasan telah disebutkan bahwa Kesulitan belajar dan Hambatan
belajar merupakan bagian dari masalah belajar yang menyebabkan pencapaian hasil
belajar dibawah potensi yang dimilikinya. Sehubungan dengan ini Kirk &
Gallagher membuat sebuah bagan untuk menjelaskan tentang masalah belajar yang
dapat dideskripsikan, bahwa masalah belajar digolongkan kedalam dua kategori,
yaitu :
1.
Yang disebabkan oleh kondisi dari dalam individu
(internal)
-
Mental retardasi
-
Kelainan Indra (sensori)
-
Gangguan emosi berat
-
Kesulitan
belajar
2.
Yang disebabkan oleh kondisi dari luar individu/
hambatan belajar (eksternal )
-
Kurang mendapat kesempatan belajar
-
Nilai budaya yang kurang menguntungkan
-
Ketidak beruntungan kondisi ekonomi
-
Ketidaktepatan sistem pembelajaran
Kedua kategori tersebut memiliki
dampak yang sama berupa pencapaian hasil belajar siswa dibawah potensi
yang dimilikinya
Kesulitan belajar merupakan keadaan anak yang mengalami kesulitan dalam
mencapai hasil belajar yang optimal sesuai dengan potensinya dikarenakan adanya
kerusakan pada sistem saraf pusatnya atau disfungsi minimal otak (internal)
diluar dari kesulitan yang disebabkan oleh gangguan sensoris dan mental,
sedangkan hambatan belajar merupakan keadaan anak yang mengalami kesulitan
belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang tidak sesuai dengan potensinya dikarenakan faktor dari
luar diri anak tersebut seperti halnya lingkungan, dan sebagainya (eksternal) .
Komentar
Posting Komentar